(1) Jejak Manusia Purba Sangiran : Klaster Manyarejo

Hai temen-temen! Ketemu lagi nih. Udah lama banget ya kami ga update, hehehe. Maklumlah makin kesini kita makin ada kegiatan, dari dia yang sekarang masih menjalani PPL dan KKN di Kulonprogo walaupun sekarang udah minggu terakhir tapi masih tetep sibuk, hiks. Sedangkan aku di kampus aja sih, nggak gabut, tapi memang ada kerjaan. Yaaah, sama-sama memanfaatkan waktu, meski harus kami lalui dengan rasa rindu yg menggebu, wkwkwk. Ojo baper lho, halah ๐Ÿ˜€

Okay, pada kesempatan malam ini, ijinkan untuk mempersembahkan artikel jalan-jalanku waktu puasa kemarin. Dari Jogja, cus pulang ke Surabaya keinget ada musium purbakala di Saringan, salah satunya klaster Manyarejo, mampir wes sikaaat B-)

Mungkin kalian berpikir, kenapa sih kok ke musium gituan? Hehe. Tentu ada alasannya untuk main kesini. Yaitu : mengenang pelajaran sejarah masa SD – SMP!

img_20160612_102317_hdr_v1

Halaman depan klaster Manyarejo, berbukit!

Sedikit cerita mengenai situs Manyarejo ini, perjalanan sumpah “enak”. Gimana nggak? Jalannya mulus dari arah Sragen – Ngawi. Terus belok ke utara sesuai plang petunjuk. Hmm, jalan desa masih bagus nih deket jalan provinsi. Waktu berkendara ke utara sekitar 3 kilometeran, alamak! Jalan bolong-bolong! Dalem pula! Kadang harus ngalah ke truk pembawa material meskipun kudu nyungsep ke pinggir jalan yg jalan tersebut relatif sempit. Makin ke utara semakin menjadi, jalan udah cor-coran, tapi banyak yg pecah! Alhasil motorku grudak-gruduk karena setelan ban emang keras untuk perjalanan jauh, wkwkwk. Sing sabar wes, lagi puasa. Selain medan yg kurang bagus, semakin ke utara papan petunjuk malah ilang, jadi mau ga mau pake gps dan kadang-kadang tanya. -Pernah nyasar ke pinggir bukit gara-gara ngikutin Google Maps-. Setelah sampai, weh seneng banget deh, ternyata ga sia-sia, bangunan relatif baru neh, siang itu cuma aku aja pengunjungnya, wkwkwk. Berapa tiketnya? Gratis! Ntap! Kata pihak pengelola, untuk tiket retribusi masih digratiskan karena memang untuk promosi dan menarik minat terlebih dahulu. Sip deh, semoga makin rame yg main ke sini ๐Ÿ˜€

Museum pendukung Klaster Bukuran (Manyarejo) ini adalah bentuk apresiasi terhadap para peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan warga masyarakat yang telah melakukan pekerjaan besar melakukan penelitian dan menghasilkan berbagai penemuan penting untuk Situs Sangiran. Hubungan harmonis ini terus berlangsung dari penggalian ke penggalian dan generasi ke genarasi hingga saat ini. Warga sekitar terbuka menerima para peneliti, bahkan warga sekitar menjadi tumpuan dalam setiap ekskavasi dan survey yang dilakukan peneliti.

Display Museum Manyarejo menyajikan kenangan penelitian yang pernah dilakukan di daerah ini, legenda yang menjadi mitos masyarakat tentang Sangiran dan temuan-temuannya, berbagai koleksi memorabilia yang dimiliki peneliti dan masyarakat sekitar. Semuanya dikemas dengan nuansa rumah tradisional Sangiran dan didukung dengan teknologi informasi yang memungkinkan pengunjung memperoleh informasi secara interaktif.

Pada bagian awal disajikan sejarah penelitian yang pernah dilakukan di Manyarejo, berikut tokoh-tokohnya. Di bagian lain digambarkan kehidupan masyarakat desa yang disajikan dengan display beberapa alat-alat yang biasa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, institusi lain pernah secara intensif melakukan kegiatan di Manyarejo, yaitu Pusat arkeologi Nasional. Kegiatan Pusat Arkeologi Nasional ini secara khusus disajikan tersendiri berikut koleksi temuan-temuannya. Display kotak ekskavasi dibuat untuk memberi gambaran kepada pengunjung tentang kegiatan penggalian di Manyarejo.

Nah saat yg ditunggu-tunggu ๐Ÿ˜€ foto-foto :

img_20160612_100030_v1

Hayoo, minggir-minggir.

 

img_20160612_102628_hdr

Temuan nih, terkubur ribuan tahun.

 

img_20160612_102725_hdr

Peta penggalian.

 

img_20160612_102953_hdr

Welcome ๐Ÿ™‚

 

img_20160612_103026_hdr

Peta klaster Manyarejo.

 

img_20160612_103138_hdr

Sekilas cerita penemuan benda purba di Sangiran.

 

img_20160612_103203_hdr

*maaf nggak jelas*

 

img_20160612_103317

Nih, bukti warga sekitar juga ikut berpartisipasi untuk membantu arkeolog.

 

img_20160612_103418

Kanan bawah : tulang pinggul!

 

img_20160612_103543

Menjadi legenda loh. Mantap!

 

img_20160612_103706

Jawa banget gambarnya :O

 

img_20160612_103642

Alat-alat penunjang arkeolog jadul.

 

img_20160612_103744

Salah satu view dari tampilan lcd touchscreen.

 

img_20160612_103827_v1

Peralatan arkeolog juga.

 

img_20160612_103838_v1

Tebak, kebo atau sapi?

 

img_20160612_104046

Menjadi bagian dari penelitian purbakala di Indonesia!

 

img_20160612_104111

Dulunya mungkin kebun binatang *eh ._.

 

img_20160612_104148_v1

Peralatan arkeolog yg lebih modern.

 

img_20160612_104232

Ini replika, tapi bikin menerinding. hiiiii.

 

img_20160612_104257

Peralatannya udah canggih lho, kaya di film-film.

 

img_20160612_104313

Bagian dari tulang paha? Gede banget ._.

 

img_20160612_104427

Hakikat kajian geologi..

 

 

img_20160612_104501

Ada buaya juga (?) ._.

 

img_20160612_104531

Lcd interaktif nih, keren!

 

img_20160612_104643

No caption ._.

 

img_20160612_104547

Mau oleh-oleh, adaaa.

 

img_20160612_104845

Bagunan utama yang berisi galeri-galeri di atas.

 

Sekian dulu temen-temen untuk, tetep stay di blog ini ya buat update selanjutnya, see u tommorow ๐Ÿ™‚
Photograph by Susilo Budi Prakoso
Device : XIAOMI REDMI 1S

Referensi :

http://humaskabsragen.com/2014/11/yuk-mengenal-klaster-klaster-museum-di-sangiran/

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s