Tamansari Water Castle

Assalamu’alaikum wr.wb

Bertemu lagi bareng BikinBaper blog setelah beberapa minggu ga udpate (maapkeun) dikarenakan kesibukan yang menyita waktu kami *tsaahhhh

Btw udah puasa aja nih yaaa, Marhaban Yaa Ramadhan. Selamat berpuasa bagi yang menjalankan ^^

Oh iya, selamat berlibur juga buat para siswa dan mahasiswa setelah menjalani ujian akhir semester. Nah, pas banget nih, BikinBaper punya referensi tempat wisata yang emang udah terkenal banget bahkan sampai ke mancanegara. Berlokasi di salah satu provinsi di Indonesia dimana Gubernurnya merupakan Raja yang telah mengabdikan diri pada rakyat selama bertahun-tahun, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai dari sini mari kita menelusuri tiap jengkal obyek wisata water castle, Tamansari.

Pintu masuk Tamansari

Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9. Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Konon, Taman Sari dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun beberapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.

Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian :

  1. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat.
  2. Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.
  3. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.
  4. Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan.

Dari keempat kompleks tersebut, hanya Pemandian Umbul Binangun yang masih dalam keadaan utuh, sedangkan tiga bagian lainnya sudah menjadi perkampungan penduduk yang dulunya merupakan para abdi Keraton.

Kompleks Pertama

a. Pulo Kenongo

Pulo Kenongo merupakan pulau di tengah danau buatan dan didirikan sebuah gedung berlantai dua yang inamakan “Gedhong Kenongo” yang merupakan gedung tertinggi di Yogyakarta pada masanya. Dari gedung ini kamu dapat menikmati tenggelamnya matahari di ufuk barat yang pastinya sangat indah. Di sekitarnya terdapat deretan bangunan kecil yang disebut dengan “Tajug”. Bangunan ini merupakan menara ventilasi udara bagi terowongan bawah air dan juga digunakan jika akan melarikan diri dari musuh.

b. Pulo Cemethi

Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat sebuah pulau buatan lagi yang disebut dengan “Pulo Cemethi”. Bangunan berlantai dua ini juga disebut sebagai “Pulo Panembung”. Di tempat inilah konon Sultan bermeditasi.

c. Sumur Gumuling

Di sebelah barat Pulo Kenongo terdapat bangunan berbentuk lingkaran seperti cincin yang disebut “Sumur Gumuling”. Bangunan berlantai 2 ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air saja. Sumur Gumuling pada masanya difungsikan sebagai Masjid. Lantai pertama bangunan ini digunakan sebagai tempat untuk jemaah laki-laki, sedangkan lantai kedua merupakan tempat untuk jemaah perempuan. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang konon digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin salat. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudhu.

Kompleks Kedua

a. Gedhong Gapura Hageng

“Gedhong Gapura Hageng” merupakan pintu gerbang utama taman raja-raja pada zamannya. Kala itu Taman Sari menghadap ke arah barat dan memanjang ke arah timur. Gerbang ini terdapat di bagian paling barat dari situs istana air yang tersisa. Sisi timur dari pintu utama ini masih dapat disaksikan sementara sisi baratnya tertutup oleh pemukiman padat. Gerbang yang mempunyai beberapa ruang dan dua jenjang ini berhiaskan relief burung dan bunga-bungaan yang menunjukkan tahun selesainya pembangunan Taman Sari pada tahun 1691 Jawa (kira-kira tahun 1765 Masehi).

b. Gedhong Lopak-Lopak (Gopok-Gopok)

Bangunan ini dulunya merupakan menara 2 lantai, namun sekarang bangunan ini sudah tidak ada dan digantikan oleh taman persegi delapan dengan deretan pot bunga raksasa serta pintu-pintu yang menghubungkan tempat ini dengan tempat lainnya.

c. Umbul Pasiraman (Umbul Binangun)

Umbul Pasiraman atau biasa disebut sebagai Umbul Binangun merupakan tempat pemandian sultan beserta para putri dan selirnya yang dikelilingi oleh tembok-tembok tinggi di setiap sisinya. Umbul Pasiraman mempunyai 3 buah kolam bernama Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun yang berhiaskan air mancur berbentuk jamur dan dapat diakses melalui dua buah gerbang masuk di sebelah barat dan timur.

d. Gedhong Sekawan

Gedhong Sekawan ini dulunya digunakan untuk istirahat bagi Sultan dan keluarganya.

e. Gedhong Gapura Panggung

Saat ini Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama yang digunakan oleh pengunjung untuk masuk ke kompleks Taman Sari dan terletak di sebelah timur Istana Air Taman Sari. Bangunan bertingkat 2 ini mempunyai relief ular di dindingnya, menggambarkan tahun selesai dibangunnya Taman Sari, yaitu 1758.

f. Gedhong Temanten

Bangunan ini dulunya digunakan sebagai tempat penjaga keamanan bertugas dan tempat istirahat.

Untuk masuk ke lokasi ini kamu hanya perlu menyiapkan Rp. 3.000/orang untuk wisatawan local, seangkan untuk wisatawan asing Rp. 7.000/orang. Tamansari buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 14.00. Jadi, tunggu apalagi, segera nikmati liburanmu bersama keluarga dan teman-teman di Tamansari dan bersiaplah merasakan nuansa kerajaan a la Istana Air Tamansari!

jalan setapak yang begitu hijau

kemesraan ini, janganlah cepat berlalu :3

mengintip awan

wah, ada bule

bersiap memasuki bagian dalam Tamansari

bisa kita lihat sedikit suasana di dalam kompleks Tamansari

Gedhong Kenongo

ew berasa kayak Rapunzel

 

Umbul Pasiraman tempat mandi bagi istri Sultan

para turis sedang menikmati keindahan Tamansari

IMG_2754 2

Gedhong Kenongo dan jembatan penghubung dengan pot-pot raksasa di samping kanan-kiri

Jalan masuk menuju Sumur Gumuling

lorong yang sekarang sudah terdapat pencahayaan

foto dulu sist 😉

IMG_2794

jalan penghubung antara lantai satu dan lantai dua

Referensi :

Advertisements

4 thoughts on “Tamansari Water Castle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s