Napak Tilas Jogja Masa Lampau

Hai gais, ketemu lagi sama kita nih. Kali ini, aku mau bercerita mengenai sisa peradaban lama di Jogja. Adakah yang tahu? πŸ˜€

Kalo kamu menjawab Kerajaan Mataram, yap! Benar sekali. Kerajaan Mataram adalah kerajaan yang pernah berkuasa di Jawa, tepatnya di Kota Jogjakarta. Tau nggak sih bahwa Kerajaan Mataram itu ada dua, yaitu Kerajaan Mataram Hindu dan Kerajaan Mataram Islam. Oke, siapa yang duluan? Singkat cerita bahwa dahulunya Kerajaan Mataram Hiindu atau bisa disebut juga Kerajaan Mataram Lama lebih dulu ada daripada Kerajaan Mataram Islam, yaitu pada abad ke-8. Banyak peninggalan yang ditemukan dari Kerajaan Mataram Hindu, seperti Candi Prambanan, Candi Sambisari dan Candi Borobudur.

Nah, setelah runtuh pada abad ke-11. Disebutlah kerajaan yang berdiri di daerah Jogjakarta pada awal abad ke-17, yaitu Kerajaan Mataram Islam. Β Nih cuplikan sejarahnya dari dusunmerapi.com :

Warisan kemegahan Kerajaan Mataram abad ke-16 Pada abad ke 14, Pulau Jawa berada di bawah kepempinan kesultanan Pajang yang berpusat di Jawa Tengah. Sultan Hadiwijaya, Sultan yang memimpin pada saat tersebut memberikan hadiah berupa Alas (hutan) Mentaok dengan area yang cukup luas kepada Ki Gede Pemanahan. Hadiah ini diberikan setelah beliau berhasil menaklukkan musuh kerajaan. Selanjutnya, Ki Gede Pemanahan dengan keluarga dan pengikutnya berpindah ke Alas Mentaok, sebuah hutan yang sebenarnya adalah pusat Kerajaan Mataram Hindu pada masa – masa sebelumnya. Beliau membangun desa kecil di hutan tersebut.

Desa berkembang dan setelah Ki Gede Pemanahan wafat serta digantikan oleh putranya yang bernama Senapati Ingalaga, desa berkembang sangat pesat, menjadi pusat kota yang ramai. Kota tersebut dinamakan Kotagede, yang berarti kota besar. Selanjutnya, Senapati membangun benteng yang mengelilingi keraton. Ada 2 (dua) benteng yang dibangun, yaitu benteng dalam (cepuri) dan benteng luar (baluwarti), mengelilingi kota yang mempunyai area 200 Ha. Kotagede juga dilengkapi dengan parit pertahanan yang lebar seperti sungai, mengelilingi benteng luar. Selanjutnya, terjadi peristiwa perebutan kekuasaan di Kesultanan Pajang, setelah Sultan Hadiwijaya wafat. Putra mahkota yang bernama Pajang, pangeran Benawa, berhasil disingkirkan oleh Arya Pangiri. Dengan berbekal bantuan Senapati, pangeran Benawa berusaha merebut kekuasaan kembali. Arya Pangiri pun akhirnya berhasil ditaklukkan namun beliau diampuni oleh Senapati.

Setahun kemudian, Pangeran Benawa meninggal dan Senapati ditunjuk untuk menjadi pemimpin Kesultanan Pajang. Sejak saat itu Senapati dinobatkan menjadi raja pertama Mataram Islam, dengan gelar Panembahan. Beliau tidak mau memakai gelar Sultan Pajang, dengan maksud untuk menghormati Sultan Hadiwijaya dan Pangeran Benawa. Dengan menjadi raja Mataram Islam, Senapati menentukan pusat kota dan istana pemerintahannya di Kotagede. Panembahan Senapati akhirnya wafat pada tahun 1601 dan dimakamkan di Kotagede berdekatan dengan makam ayahnya. Kerajaan Mataram Islam kemudian berhasil menguasai hampir seluruh Pulau Jawa (kecuali Banten dan Batavia) dan mencapai puncak kejayaannya di bawah pimpinan raja ke-3, yaitu Sultan Agung (cucu Panembahan Senapati). Pada tahun 1613, Sultan Agung memindahkan pusat kerajaan ke Karta (dekat Plered) dan akhirnya berakhirlah masa Kotagede sebagai pusat kerajaan Mataram Islam.

Sudah tercerahkan? πŸ˜›

Kalau sudah, mari kita jalan-jalan, hehe. Kebetulan, liburan kecepit kemaren saya dolan lagi nih ke Jogja. Sudah bosan dengan lingkungan perkotaan, dipilihlah Kota Gede yang agak jauh dari UNY/ UGM. Ngapain sih kesana? Ini nih, biasanya anak muda pada males suruh belajar sejarah. Upss, bukan mantan yaa, wkwk. Nggak cuma belajar sejarah lho, disini kita bisa menghirup nafas dan kembali ke masa lampaunya Jogja, weess keren pokoknya. Meskipun sudah abad minelium, kamu disini ga bakal bengong, karena kalau kamu kreatif memilih spot, kamu bisa mendapatkan frame yang bagus. Check this out!

IMG_20160424_105627

Dari “pintu hits” yang katanya paling hits se-Jogja, petualangan dimulai.

 

IMG_20160424_105728_HDR

Jalan menuju masjid tertua di Jogjakarta, masih dengan kesan jadul.

 

IMG_20160424_110406_HDR

Gapura pintu masuknya nih, jadul abis.

 

IMG_20160424_110423_HDR

Pagarnya mengelilingi seperti benteng.

 

IMG_20160424_110758_HDR

Masjid Kotagede yang berasitektur bangunan khas Jawa.

 

IMG_20160424_110949_HDR

Udah tua ya gaes, dari 1856 *bukan ibu-ibunya

 

IMG_20160424_111042_HDR

Adiknya siapa nih? πŸ˜›

 

IMG_20160424_111143_HDR

Gapura sisi timur.

 

IMG_20160424_111332_HDR

Lingkungan masyarakat Kota Gede, guyup dab.

 

IMG_20160424_111558_HDR

Gapura menuju makam Raja-raja Mataram dan beringinnya.

 

IMG_20160424_111913_HDR

Yakin belum bisa memasuki atmosfer masa lampau?

 

IMG_20160424_120811_HDR

Lampu jadul, mungkin di rumahmu masih ada πŸ˜€

 

IMG_20160424_120910_HDR

Pintu masuk Masjid Kotagede, gagang pintunya unik.

 

IMG_20160424_121007

Masih terawat πŸ™‚

 

IMG_20160424_121108

Batu bata yang dipigura, saksi bisu berdirinya Masjid Kotagede.

 

IMG_20160424_121249

Bagian dalam Masjid Kotagede, syukurlah Pemerintah masih menjaga kelestarian situs sejarah. Bahkan Masjid ini masih aktif digunakan untuk beribadah.

 

IMG_20160424_121631

Sudah lama sekali.

 

IMG_20160424_121859_HDR

Arsitekturnya unik, megah di jamannya.

 

IMG_20160424_122135_HDR

Gapura menuju makam Raja-raja Mataram, perlu izin khusus buat kenasa gaes dan ada aturannya. Jadi dimohon untuk dijaga sopan-santunnya.

 

IMG_20160424_122212_HDR

Masih dengan gapura. Spot yang bagus. Sangat simetris.

 

IMG_20160424_122302_HDR

Jogja udah panas gaes, siang-siang enaknya main air πŸ˜€

 

IMG_20160424_122332_HDR

Abdinya dari tempat ini gaes πŸ™‚

 

IMG_20160424_122610_HDR

Sekretariat dari Makam Raja-raja Mataram.

 

IMG_20160424_122623_HDR

Arsitekturnya kalau dilihat memang unik.

 

IMG_20160424_130931

Selain itu, kami juga mengunjingi omah ugm, ada yang belum tahu? Ndeso πŸ˜›

 

IMG_20160424_131425_HDR

Rumah Jogjo, rumah adat dari Jawa Tengah & DIY khususnya.

 

Nah, gimana gaes? Menarik bukan? Yuk tetap menjaga dan melestarikan situs budaya kita, supaya tidak hilang dimakan zaman. Sampai jumpa pada post berikutnya πŸ˜‰

 

Photograph by Susilo Budi Prakoso

Device : XIAOMI REDMI 1S

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s